D3 Labs: Solusi Infrastruktur Programmable Money untuk Masa Depan Keuangan Asia Tenggara

Published 5 months ago on September 21, 2023

by Rina Kurniawan

Solusi Infrastruktur Programmable Money untuk Masa Depan Keuangan Asia Tenggara

D3 Labs merupakan penyedia solusi infrastruktur programmable money yang menawarkan fleksibilitas dan efisiensi tinggi bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan teknologi ini ke dalam sistem keuangan mereka. Programmable money adalah konsep yang menggunakan teknologi blockchain dan smart contracts untuk menciptakan mata uang digital yang dapat diprogram untuk melakukan tugas-tugas tertentu secara otomatis. Dengan programmable money, transaksi yang lebih aman, efisien, dan otomatis dapat terjadi.

D3 Labs menyediakan solusi dan infrastruktur teknologi bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan otomatisasi dan efisiensi programmable money dalam sistem keuangan internal mereka. CEO D3 Labs, Chung Ying Lai mengatakan saat ini perusahaannya masih fokus pada pasar Asia Tenggara. D3 Labs memulai ekspansinya di Indonesia dan berencana untuk menjangkau negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam waktu dekat.

“Kami percaya bahwa programmable money akan menjadi kunci dalam menghadirkan efisiensi dan fleksibilitas bagi perusahaan di kawasan ini. D3 Labs berkomitmen untuk mengembangkan solusi yang dapat membantu perusahaan lokal beradaptasi dan bersaing di pasar global yang semakin digital. Programmable money dapat meningkatkan inklusi keuangan dengan memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital dan mengakses layanan keuangan,” kata Ying.

Baca Juga: Bagaimana Kekuatan Infrastruktur Blockchain Mendorong Inovasi

Inklusi keuangan masih menjadi tantangan besar dan faktor krisis dalam ekonomi di negara-negara Asia Tenggara. Data Global Findex 2021 menunjukan, rata-rata tingkat inklusi keuangan di kawasan ASEAN mencapai 41 persen. Namun di balik angka rata-rata tersebut, terdapat disparitas atau kesenjangan tingkat inklusi keuangan yang sangat lebar.

Banyak orang di Asia Tenggara masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan keuangan. Penyebab utama akses keuangan yang terbatas di kawasan ini meliputi biaya tinggi untuk membuka dan menjaga rekening bank, jarak yang jauh dari institusi keuangan, kurangnya dokumentasi yang diperlukan, dan tingkat pendidikan keuangan yang rendah.

Penggunaan teknologi seperti programmable money dan solusi keuangan digital lainnya dapat membantu mengatasi beberapa masalah ini dengan mengurangi biaya dan memudahkan akses ke layanan keuangan, terutama untuk populasi yang tidak atau kurang dilayani oleh sistem perbankan tradisional.

Baca Juga: Mendorong Inovasi Blockchain: D3 Labs Melalui SeaSeed, Mengubah Solusi Enterprise

SeaSeed

Salah satu produk pertama dari D3 Labs adalah SeaSeed, platform programmable money yang dirancang khusus untuk bisnis. SeaSeed memungkinkan transaksi otomatis 24/7 secara real-time antara perusahaan dan ekosistem terkait lainnya, meningkatkan proses penyelesaian dan rekonsiliasi. Programmable money dapat mengurangi biaya ini dengan menghilangkan perantara dan memungkinkan transaksi peer-to-peer.

“Dengan SeaSeed, D3 Labs membawa perubahan signifikan di Asia Tenggara dengan menjadi pelopor solusi infrastruktur programmable money. Programmable money dapat membuka peluang untuk pengembangan produk dan layanan keuangan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan individu atau perusahaan, seperti asuransi berbasis blockchain atau instrumen investasi yang dipersonalisasi,” jelas Ying.

Apa yang dilakukan D3 Labs di kawasan Asia Tenggara, terinspirasi oleh Onyx by J.P. Morgan adalah platform teknologi blockchain yang dikembangkan oleh J.P. Morgan, salah satu institusi keuangan dan perbankan terbesar di dunia. Platform ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi blockchain guna meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi dalam berbagai layanan dan produk perbankan. Salah satu produk yang paling terkenal di bawah platform Onyx adalah JPM Coin, yang merupakan mata uang digital yang dirancang untuk memfasilitasi transfer dana instan dan real-time antara klien J.P. Morgan.

Tantangan

Pengembangan programmable money di Asia Tenggara menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan adopsi yang sukses dan luas. Mulai dari edukasi, infrastruktur hingga integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

“Kurangnya pemahaman dan edukasi tentang programmable money di kalangan masyarakat dan perusahaan dapat menghambat adopsi teknologi ini. Upaya yang lebih besar diperlukan untuk mendidik masyarakat tentang manfaat dan cara kerja programmable money. Di samping itu,  Integrasi programmable money dengan sistem perbankan dan keuangan tradisional dapat menjadi tantangan, terutama karena beberapa bank dan institusi keuangan mungkin enggan untuk bekerja sama dengan teknologi baru ini,” tutur Ying.

Untuk mengatasi hal tersebut, D3 Labs melakukan upaya yang signifikan dalam promosi, pemasaran, dan peningkatan kesadaran tentang manfaat programmable money. Perusahaan juga menjalnkan penelitian mendalam dan proses eksplorasi dengan klien, meluncurkan proyek percontohan bersama untuk menunjukkan manfaatnya.

Ying menjelaskan D3 Labs berhasil menutup putaran pendanaan pre-seed pada Januari 2023. Beberapa investor yang telah bergabung dalam pendanaan ini meliputi DSX Ventures, Saison Capital, Kinesys Capital, Arkana Capital, EX Capital, Qredo, serta UOB Venture Management dan Signum Capital melalui UVM Signum Blockchain Fund

“Penggunaan dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan produk, dengan rencana peluncuran minimum viable product (MVP) pada Mei 2023. Jumlah pendanaan untuk sementara ini masih belum bisa di-disclosed. Dengan dukungan dari para investor yang percaya pada visi D3 Labs, perusahaan ini siap untuk mengubah wajah industri keuangan di Asia Tenggara melalui solusi infrastruktur programmable money yang inovatif dan efisien,” pungkasnya.

Latest