Memahami CBDC: Membuka Gerbang Keuangan Digital Masa Depan

Published 20 minutes ago on May 27, 2024

by Rina Kurniawan

Jakarta, 17 Mei 2024—Bank Indonesia (BI), Institut Akuntan Indonesia (IAI), dan The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), bekerja sama dengan SW INDONESIA, menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “Decoding CBDCs: Unveiling the Future of Digital Money” pada 14 Mei 2024. Acara ini diadakan di Jakarta untuk meningkatkan literasi tentang Central Bank Digital Currencies (CBDC) di Indonesia.

CBDC adalah representasi digital dari uang tunai fisik, yang memungkinkan transaksi aman dan efisien dalam sistem keuangan formal. Tidak seperti cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ethereum, CBDC didukung oleh kepercayaan penuh dan kredibilitas pemerintah, menjadikannya alat pembayaran yang sah dan terpercaya.

Konferensi internasional ini menampilkan dua sesi yang diisi dengan diskusi yang menarik. Acara dibuka dengan sambutan pembukaan dari Elaine Hong FCA, Direktur ICAEW untuk China dan Asia Tenggara, dan Ardan Adiperdana, Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI.

Sesi pertama menghadirkan panelis terkemuka: Ryan Rizaldy (Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia), Peter Brewin FCA (Partner, PwC Hong Kong), dan Tigran Adiwirya (Co-CEO, D3 Labs), dimoderatori oleh Dede Rusli, anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI. Mereka membahas topik-topik penting seperti perbandingan antara CBDC dan cryptocurrency, perspektif pemerintah dan layanan keuangan, serta infrastruktur dan persyaratan teknologi CBDC.

Baca Lainnya: D3 Labs dan Perusahaan Asal Jepang, Ginco Berkolaborasi Menghadirkan Solusi Web3 untuk Merevolusi Keuangan lintas Batas dan Inisiatif Web3

Sesi kedua menampilkan presentasi oleh Nikhil Joshi (Chief Operating Officer, Emurgo), dimoderatori oleh Thomas H. Gunawan (Managing Partner, SW Digital Solution). Diskusi ini menyoroti pengembangan jaringan digital dan teknologi informasi yang dapat mengubah sistem pembayaran tradisional yang melibatkan uang fisik dan non-tunai.

Pengadopsian Blockchain dan CBDC

Para panelis dan pembicara membahas berbagai peluang dan risiko yang terkait dengan CBDC. Bank Indonesia, melalui inisiatif terbarunya, “Project Garuda,” sedang mengembangkan Digital Rupiah sebagai alat pembayaran masa depan. Proyek ini telah memasuki fase kedua Proof of Concept (PoC) dan sedang menjalani serangkaian proyek percontohan dan uji coba.

Ryan Rizaldy dari Bank Indonesia menegaskan komitmen BI untuk mengadopsi teknologi blockchain dan memperkenalkan Digital Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. “Project Garuda bertujuan untuk menemukan solusi teknologi terbaik yang sesuai dengan konfigurasi Bank Indonesia. Kami menetapkan persyaratan fungsional dan non-fungsional berdasarkan detail teknologi bisnis dan desain regulasi. Kami akan segera merilis laporan PoC kepada publik,” ujarnya.

D3 Labs, sebagai salah satu pembicara di konferensi ini, menjelaskan perannya yang penting dalam membantu bank dan lembaga keuangan lainnya memahami kebutuhan dan persyaratan untuk menerapkan CBDC dan mengadopsi teknologi blockchain. D3 Labs menyediakan alat untuk mengeksplorasi berbagai kasus penggunaan dan membekali bank dengan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan, terutama terkait praktik terbaik dan manajemen risiko.

Tigran Adiwirya, Co-CEO D3 Labs, menjelaskan lebih lanjut tentang peran penting D3 Labs dalam membantu bank dan lembaga keuangan memahami dan menerapkan teknologi blockchain dan CBDC. “Dengan blockchain, bank dapat menikmati likuiditas, interoperabilitas, dan transparansi. Kami berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur, alat, dan keahlian yang diperlukan untuk mendukung bank dan lembaga keuangan dalam transisi mereka ke CBDC,” jelasnya.

Acara ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mencapai adopsi CBDC yang efektif dan aman. Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan literasi dan pemahaman tentang adopsi teknologi blockchain di Indonesia. Hasilnya, CBDC diharapkan menjadi katalis untuk efisiensi yang lebih besar, pengurangan biaya, dan inklusi keuangan.

Latest